Kumpulan Cerita Rakyat Dalam Bahasa Inggris dan Artinya

Kumpulan Cerita Rakyat Inggris dan Artinya

cerita-rakyat

Anak-anak menyukai cerita, terutama sebagai lagu pengantar tidur untuk mereka tidur. Banyak sekali cerita anak yang bisa teman-teman KBI ceritakan, mulai dari cerita anak lokal, cerita anak dari luar negeri dan lain-lain. Namun, ada baiknya jika kita mengenalkan cerita rakyat kepada adik-adik kita sejak dini.

Karena dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air ini. Nah, ada banyak cerita rakyat di Indonesia. Kali ini KBI akan memberikan beberapa contoh cerita rakyat dalam bahasa Inggris dan artinya. Semoga bermanfaat.

Malin Kundang

Dahulu kala, di pantai utara Sumatera hiduplah seorang wanita miskin dan putranya. Anak itu bernama Malin Kundang. Mereka tidak menghasilkan banyak karena memancing adalah satu-satunya sumber pendapatan mereka. Malin Kundang tumbuh sebagai anak muda yang terampil. Dia selalu membantu ibunya untuk mendapatkan uang. Namun, karena mereka hanya pembantu nelayan, mereka masih hidup dalam kemiskinan. “Ibu, bagaimana jika aku berlayar ke luar negeri?” tanya Malin Kundang suatu hari kepada ibunya. Ibunya tidak setuju tetapi Malin Kundang telah mengambil keputusan. “Ibu, jika saya tinggal di sini, saya akan selalu menjadi orang miskin. Saya ingin menjadi orang sukses,” desak Malin Kundang. Ibunya menyeka air matanya, “Jika kamu benar-benar ingin pergi, aku tidak bisa menghentikanmu. Saya hanya bisa berdoa kepada Tuhan agar Anda mendapatkan kesuksesan dalam hidup, ”kata ibunya bijak. “Tapi, berjanjilah padaku, kamu akan pulang.”

Keesokan paginya, Malin Kundang sudah siap untuk pergi. Tiga hari yang lalu, dia bertemu dengan salah satu awak kapal yang sukses. Malin ditawari untuk bergabung dengannya. “Jaga dirimu baik-baik, Nak,” kata ibu Malin Kundang sambil memberinya beberapa persediaan makanan. “Ya, Ibu,” kata Malin Kundang. “Kamu juga harus menjaga dirimu baik-baik. Aku akan tetap berhubungan denganmu,” lanjutnya sebelum mencium tangan ibunya. Sebelum Malin melangkah ke kapal, ibu Malin memeluknya erat seolah tidak ingin melepaskannya.

Sudah tiga bulan sejak Malin Kundang meninggalkan ibunya. Seperti yang diprediksi ibunya sebelumnya, dia belum menghubunginya. Setiap pagi, dia berdiri di dermaga. Dia ingin melihat kapal yang membawa Malin Kundang pulang. Setiap siang dan malam, dia berdoa kepada Tuhan untuk keselamatan putranya. Begitu banyak doa yang terucap karena cintanya yang begitu dalam kepada Malin Kundang. Meski sudah setahun dia tidak mendengar kabar dari Malin Kundang, dia tetap menunggu dan berdoa untuknya.

Setelah beberapa tahun menunggu tanpa kabar, ibu Malin Kundang tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan kapal besar di dermaga tempat dia biasa berdiri menunggu anaknya. Ketika kapal akhirnya menepi, ibu Malin Kundang melihat seorang pria yang tampak kaya turun tangga bersama seorang wanita cantik. Dia tidak mungkin salah. Matanya yang kabur masih dengan mudah mengenalinya. Pria itu adalah Malin Kundang, anaknya.

Ibu Malin Kundang segera pergi menemui putra kesayangannya. “Malin, kamu kembali, Nak!” kata ibu Malin Kundang dan tanpa ragu, dia datang berlari memeluk Malin Kundang, “Aku sangat merindukanmu.” Tapi, Malin Kundang tidak menunjukkan respon apapun. Dia malu mengakui ibunya sendiri di depan istrinya yang cantik. “Kau bukan ibuku. Aku tidak mengenalmu. Ibuku tidak akan pernah memakai pakaian compang-camping dan jelek seperti itu,” kata Malin Kundang sambil melepaskan pelukan ibunya.

Ibu Malin Kundang mundur selangkah, “Malin…Kau tidak mengenaliku? Aku ibumu!” katanya sedih. Wajah Malin Kundang sedingin es. “Penjaga, bawa wanita tua ini keluar dari sini,” perintah Malin Kundang pada pengawalnya. “Beri dia uang agar dia tidak menggangguku. lagi!” teriak ibu Malin Kundang sambil diseret oleh pengawalnya, “Malin…anakku. Kenapa kamu memperlakukan ibumu sendiri seperti ini?”

Malin Kundang mengabaikan ibunya dan memerintahkan awak kapal untuk berlayar. Ibu Malin Kundang duduk sendirian di dermaga. Hatinya sangat sakit, dia menangis dan menangis. “Ya Tuhan, jika dia bukan anakku, tolong biarkan dia menyelamatkan perjalanan. Tetapi jika dia, saya mengutuknya menjadi batu, ”dia berdoa kepada Tuhan.

Di laut yang tenang, tiba-tiba angin bertiup sangat kencang dan badai datang. Kapal besar Malin Kundang hancur. Dia terlempar oleh gelombang keluar dari kapalnya, dan jatuh di sebuah pulau kecil. Tiba-tiba, seluruh tubuhnya berubah menjadi batu. Ia dihukum karena tidak mengakui ibunya sendiri.*** (sumber: feradesliaahyar.wordpress.com )

Serigala dan Domba

Seekor domba sedang merumput dengan kawanan domba suatu hari. Dia segera menemukan beberapa rumput manis di tepi lapangan. Semakin jauh dia pergi, menjauh dari yang lain.

Dia sangat menikmati dirinya sendiri sehingga dia tidak melihat seekor serigala mendekatinya. Namun, ketika itu menggedornya, dia dengan cepat mulai memohon, “Tolong, tolong jangan makan saya dulu. Perutku penuh dengan rumput. Jika Anda menunggu sebentar, saya akan merasa jauh lebih baik. ”
Serigala berpikir itu ide yang bagus, jadi dia duduk dan menunggu.

Serigala dan domba

Suatu hari seekor domba merumput dengan kawanan domba. Tak lama kemudian ia menemukan rerumputan manis di pinggir lapangan. Semakin jauh dia pergi, semakin jauh dari yang lain.

Dia sangat geli sehingga dia tidak melihat serigala mendekatinya. Namun, ketika dia melemparkan dirinya sendiri, dia dengan cepat mulai memohon, “Tolong, tolong jangan makan saya dulu. Perutku penuh dengan rumput liar. Jika Anda menunggu beberapa saat, saya akan jauh lebih baik. ”

Pikiran serigala adalah ide yang bagus, jadi dia duduk dan menunggu. Setelah beberapa saat, domba itu berkata, “Jika Anda mengizinkan saya menari, rumput di perut saya akan lebih cepat dicerna. “Sekali lagi serigala setuju. Saat anak domba itu menari, dia mendapat ide baru. Dia berkata, “Tolong lepaskan bel dari leherku. Jika Anda membunyikan bel sekeras mungkin, saya bisa menari lebih cepat. ”
Serigala mengambil bel dan membunyikannya sekeras yang dia bisa. Gembala mendengar bel berbunyi dan dengan cepat mengirim anjing itu untuk menemukan domba yang hilang. Gonggongan anjing menakuti serigala dan menyelamatkan nyawa domba.

Danau Toba

Dahulu kala seorang petani muda yatim piatu tinggal di utara pulau Sumatera. Daerah ini sangat kering. Syahdan, pemuda itu, hidup dari pertanian dan perikanan. Suatu hari dia menangkap ikan yang begitu indah. Warnanya kuning keemasan. Jadi ikan itu berubah menjadi putri yang cantik. Putri seorang wanita yang dihukum karena melanggar larangan. Dia akan berubah menjadi semacam makhluk pada sentuhan pertama. Oleh karena itu, disentuh oleh manusia, ia berubah menjadi seorang putri.

Terpesona oleh kecantikannya, putri petani muda itu memintanya untuk menjadi istrinya. Usul itu diterima dengan syarat pemuda itu tidak mengungkapkan asal usulnya kepada pembudidaya ikan. Setelah setahun, pasangan itu dikaruniai seorang anak laki-laki. Ia memiliki kebiasaan buruk yang tidak pernah kenyang. Dia memakan semua makanan itu.

Suatu hari anak itu memakan semua makanan orang tuanya. Pemuda itu sangat marah dan berkata, “Dasar keturunan ikan!” Pernyataan ini dari istrinya sendiri. Dengan demikian, mengungkapkan rahasia janjinya dilanggar.

Istri dan putranya menghilang secara misterius. Tanah bekas yayasan mereka muncul. Air yang mengalir dari mata air itu semakin lama semakin besar. Dan menjadi danau besar. Danau itu sekarang disebut Danau Toba.

danau toba

Seorang petani muda yatim piatu pernah tinggal di utara pulau Sumatera. Daerah ini sangat kering. Syahdan, pemuda itu, hidup dari pertanian dan perikanan. Suatu hari dia menangkap ikan yang sangat bagus. Warnanya kuning keemasan. Setelah dipegang, ikan itu berubah menjadi putri cantik. Sang putri adalah seorang wanita yang dikutuk karena melanggar larangan. Itu akan berubah menjadi semacam makhluk yang disentuhnya terlebih dahulu. Karena siapa pun yang menyentuhnya adalah manusia, dia berubah menjadi seorang putri.

Terpesona oleh kecantikannya, petani muda itu meminta sang putri untuk menjadi istrinya. Permohonan itu diterima dengan syarat pemuda itu tidak memberitahukan asal usul ikannya, dan petani muda itu menyetujui syarat itu. Setelah setahun, suami dan istri dikaruniai seorang putra. Dia memiliki kebiasaan buruk tidak pernah kenyang. Dia makan semua yang ada.

Suatu hari anak itu memakan semua makanan orang tuanya. Pemuda itu sangat kesal dan berkata: “Kamu anak ikan!” Pernyataan itu sendiri mengungkap rahasia sang istri.

Istri dan anaknya secara ajaib menghilang. Mata air menyembur ke tanah yang mereka injak. Air yang mengalir dari mata air itu semakin lama semakin besar. Dan menjadi danau yang sangat luas. Danau itu sekarang disebut Danau Toba.

pitung

Pitung adalah seorang pemuda saleh dari Rawa Belong. Ia rajin belajar mengaji di Haji Naipin. Setelah mempelajari Alquran, ia dilatih silat. Setelah bertahun-tahun pengetahuan agama dan kemampuan menguasai pencak silat meningkat.

Saat itu Belanda sedang menjajah Indonesia. Pitung merasa kasihan dengan nasib anak muda tersebut. Sementara itu, kumpeni (sebutan untuk orang Belanda), sekelompok majikan dan tuan tanah hidup dalam kemewahan. Rumah dan ladangnya dijaga oleh preman-preman galak.

Dengan bantuan teman-temannya dari Rais dan Jii, Pitung mulai merencanakan perampokan tuan dan tuan kaya. Hasil penjarahan dibagikan kepada orang miskin. Di depan rumah keluarga yang kelaparan terbentang nasi Sepikul. Keluarga yang dibungkus memberikan santunan yang harus dibayar oleh rentenir. Dan hadiah untuk anak yatim dia kirimkan pakaian dan hadiah lainnya.

Keberhasilan Pitung dan kawan-kawan karena dua hal. Pertama, mereka memiliki keterampilan seni bela diri yang tinggi dan dikabarkan bahwa mereka kebal terhadap peluru. Kedua, orang tidak mau tahu di mana Pitung sekarang. Namun, para korban perampokan Pitung yang kaya dengan kumpeni selalu berusaha membujuk orang untuk buka mulut.

Kumpeni juga menggunakan kekerasan untuk memaksa orang bersaksi. Suatu hari, kumpeni dan tuan tanah kaya berhasil mendapatkan informasi tentang keluarga Pitung. Jadi mereka menangkap orang tuanya dan Haji Naipin. Dengan cobaan yang berat, mereka akhirnya mendapatkan informasi tentang dimana dan rahasia dari si Pitung yang kebal.

Berbekal semua informasi tersebut, polisi menyergap Pitung kumpeni. Tentu saja Pitung dan teman-temannya berkelahi. Namun sayangnya, informasi tentang rahasia kekebalan tubuh Pitung telah terungkap. Dia dilempari telur busuk dan ditembak. Dengan demikian ia terbunuh, Pitung masih dianggap sebagai pembela rakyat jelata.
pitung

Si Pitung adalah seorang pemuda saleh dari Rawa Belong. Ia rajin belajar mengaji di Haji Naipin. Selesai belajar melafalkan permainan silat. Setelah bertahun-tahun kemampuannya dalam menguasai ilmu agama dan ilmu silat semakin meningkat.

Saat itu Belanda sedang menjajah Indonesia. Si Pitung merasa kasihan dengan pengalaman yang dialami rakyat kecil. Sementara itu, kumpeni (sebutan untuk Belanda), sekelompok Tauke dan tuan tanah hidup dalam kemewahan. Rumah dan ladang mereka dijaga oleh damar yang garang.

Dengan bantuan teman-temannya, Rais dan Jii, Si Pitung mulai merencanakan perampokan terhadap rumah Tauke dan tuan tanah kaya. Hasil rampasan dibagikan kepada orang miskin. Di depan rumah keluarga dia meletakkan sekantung beras. Keluarga yang terlilit hutang dari rentenir diberikan santunan. Dan anak-anak yatim mengirimkan hadiah berupa pakaian dan hadiah lainnya.

Tekad Pitung dan kawan-kawan disebabkan dua hal. Pertama, ia memiliki pengetahuan seni bela diri yang tinggi dan dilaporkan bahwa tubuhnya kebal terhadap peluru. Kedua, orang tidak mau tahu di mana Si Pitung sekarang. Namun, orang kaya korban perampokan Si Pitung bersama para kumpeni selalu berusaha membujuk masyarakat untuk buka mulut.

Kumpeni juga menggunakan kekerasan untuk memaksa warga memberikan informasi. Suatu hari, kumpeni dan tuan tanah kaya berhasil mendapatkan informasi tentang keluarga Pitung. Jadi mereka menyandera orang tuanya dan Haji Naipin. Dengan siksaan mereka akhirnya mendapatkan informasi tentang keberadaan Si Pitung dan rahasia kekebalannya.

Berbekal semua informasi tersebut, polisi kumpeni menyergap Si Pitung. Tentu saja Si Pitung dan teman-temannya melawan. Namun sayangnya, informasi tentang sistem kekebalan tubuh Si Pitung telah terungkap. Dia dilempari telur busuk dan ditembak. Dia meninggal seketika. Namun, bagi Jakarta, Si Pitung dianggap sebagai pembela rakyat kecil.

Aji Saka

Dahulu kala, ada sebuah kerajaan bernama Medang Kamulan yang diperintah oleh seorang raja bernama Prabu Dewa Cengkar yang liar dan suka memakan manusia. Setiap hari raja membawa seorang laki-laki yang dibawa oleh Patih Jugul Muda. Sebagian kecil masyarakat yang resah dan takut melarikan diri secara diam-diam ke daerah lain.

Di Dusun Kawit Medang seorang pemuda bernama Aji Saka kuat, rajin dan baik hati. Suatu hari, Aji Saka berhasil membantu seorang lelaki tua yang dipukuli oleh dua orang perampok. Orang tua yang akhirnya diadopsi oleh ayah Aji Saka ternyata adalah pengungsi dari Medang Kamulan. Mendengar cerita tentang kebiadaban Raja Dewata Cengkar, Aji Saka Medang Kamulan berniat membantu rakyat. Mengenakan sorban di kepalanya, Aji Saka pergi ke Medang Kamulan.

Perjalanan menuju Medang Kamulan tidak mulus, Aji Saka harus berjuang selama tujuh hari tujuh malam dengan para penjaga hutan iblis, karena Aji Saka menolak untuk diperbudak oleh para penjaga gerbang iblis selama sepuluh tahun sebelum diizinkan melewati hutan.

Sumber :