Pengertian eritrosit: kriteria, masalah, metode, kesalahan

Definisi sel darah merah
Buka baca cepat

Eritrosit adalah sel darah merah yang agak bulat atau oval, seperti n, cekung ganda, dan cakram tidak berinti berukuran 7 sampai 8 ┬Ám. Sel-sel ini membentuk proporsi sel terbesar dalam darah dan berjumlah sekitar 4,5 hingga 5,0 juta / mm3 darah. Bentuk eritrosit di sumsum tulang (sumsum tulang). Sel tersebut berasal dari sel potensial, yaitu sel induk berpotensi majemuk yang disebut sel induk pembentuk koloni (CFU-S). Produksi sel darah merah diatur oleh eritropoit (EPO), hormon yang terutama diproduksi oleh sel interstisial peritubular ginjal. Pada sistem retikuloendotelial (RES) terutama pada limpa. Dalam keadaan normal, produksi dan penghancuran eritrosit bera berada dalam keadaan seimbang. Sel-sel ini mengandung hemoglobin, yang mengikat dan membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh sel atau jaringan di dalam tubuh. Sel darah merah juga membawa karbon dioksida dari sel atau jaringan ke paru-paru untuk dibuang. Karbondioksida adalah hasil akhir dari metabolisme sebagian besar senyawa organik di dalam tubuh.

Pengertian-eritrosit-kriteria-masalah-metode-kesalahan
Kriteria eritrosit

Eritrosit harus memenuhi beberapa kriteria agar dapat memenuhi fungsinya, yaitu sebagai berikut:

Harus mempertahankan struktur cekung ganda untuk memaksimalkan pertukaran gas.
Harus dapat ditempa (fleksibel) agar sesuai dengan kapiler mikrosirkulasi halus
Itu harus memiliki lingkungan internal yang konstan agar hemoglobin tetap dalam bentuk yang diinduksi untuk menyerap oksigen.

Kelangsungan hidup sel darah merah harus normal dan sifat fisik dan kimianya harus dijaga.

Baca lebih lanjut: Riset Kuantitatif

Sel darah merah harus diproduksi dalam jumlah yang cukup, dan hemoglobin sel ini harus normal dan tetap dalam keadaan fungsional untuk menyediakan oksigen. Konsentrasi sel darah merah harus dijaga dalam batas sel darah merah. Penurunan jumlah sel darah merah dapat menyebabkan anemia, suatu kondisi yang ditandai dengan penurunan kadar hemoglobin, yang menyebabkan penurunan kapasitas pembawa oksigen. Penurunan jumlah sel darah merah ini dapat terjadi ketika produksi sel darah merah terganggu atau ketika kerusakan atau hilangnya sel darah merah melebihi kemampuan sumsum tulang untuk menggantikan sel-sel ini. Jumlah sel darah merah dan hemoglobin tidak selalu meningkat atau menurun bersamaan. Misalnya, pada anemia pernisiosa, terjadi penurunan jumlah eritrosit sedangkan kadar hemoglobin sedikit meningkat atau normal, dan pada anemia defisiensi besi (IDA) terdapat sedikit peningkatan atau jumlah sel darah merah normal dengan penurunan simultan. di tingkat hemoglobin.

Masalah klinis

Penurunan jumlah eritrosit dapat ditemukan pada anemia, peningkatan hemolisis, kehilangan darah, trauma, fluechemia, infeksi kronik, multiple myelomy, kelebihan cairan intravena, gagal ginjal kronik, kehamilan, hidrasi berlebihan, defisiensi vitamin, malnutrisi, infeksi parasit, penyakit sistem endokrin, Keracunan. Peningkatan jumlah eritrosit ditemukan pada polistia vena, hemokonsentrasi / dehidrasi, datran tinggi, dan penyakit kardiovaskular.
Metode investigasi

Penghitungan jumlah eritrosit dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara manual atau secara elektronik (outomatic). Cara manual yaitu dengan menghitung leukosit menggunakan ruang hitung dan mikroskop. Namun, jumlah eritrosit lebih sulit daripada jumlah sel darah putih. Orang yang pernah mengalami sendiri memiliki kesalahan yang cukup besar dalam penghitungan sel darah merah, yaitu 11-30% (rata-rata sekitar 20%), terutama orang yang belum berpengalaman atau yang pekerjaannya kurang tepat. Penghitungan jumlah eritrosit secara manual sangat jarang dilakukan karena akurasinya yang rendah. Metode penghitungan eritrosit yang akurat membutuhkan alat penghitung otomatis. Namun, alat ini sering kali kurang di laboratorium periferal. Penghitungan eritrosit menggunakan penghitung otomatis sama dengan yang digunakan untuk penghitungan sel darah putih dan trombosit. Penghitungan otomatis dapat memberikan hasil yang andal dan dapat direproduksi. Instrumen ini diprogram untuk memberikan hasil yang cepat dan akurat. Hasil hitung eritrosit yang diperoleh dengan alat elektronik ditampilkan pada lembar hasil sebagai RBC (sel darah merah). Metode penghitungan sel darah merah otomatis lainnya tidak dijelaskan dalam buku ini.
Baca lebih lanjut: Deskripsi adalah teks

1. Pra Analitik

Persiapan pasien: tidak memerlukan persiapan khusus
Persiapan sampel: K

 

LIHAT JUGA :

https://teknologia.co.id/
https://butikjersey.co.id/
https://kabarna.id/
https://manjakani.co.id/
https://sewamobilbali.co.id/
https://deevalemon.co.id/
https://cipaganti.co.id/
https://pulauseribumurah.com/
https://pss-sleman.co.id/
https://mitranet.co.id/